Tidak Memenuhi Syarat, Bapaslon Hipni–Melin Batal Maju Pilkada Lampung Selatan

balam21.com
0 0
Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Read Time:1 Minute, 42 Second
Foto_ist

KALIANDA (b21) – Pleno penetapan calon kepala daerah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menetapkan hasil.

Berdasarkan salinan Keputusan KPU Lamsel Nomor : 60/HK.03.1-Kpt/1801/KPU-Kab/IX/2020, memutuskan bahwa menetapkan bakal pasangan calon Nanang Ermanto dan Pandu Kesuma Dewangsa yang diusung PDI Perjuangan (9 Kursi),  Partai Hanura (1 Kursi), Partai Nasdem (3 Kursi) dan Partai Perindo (1 Kursi) sebagaimana tercantum dalam berita acara model BA.HP-KWK dan berita acara model BA.HP Perbaikan-KWK dinyatakan telah memenuhi syarat sebagai calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Lampung Selatan tahun 2020

Kedua, tidak menetapkan bakal pasangan calon H. Hipni, SE dan Hj. Melin Haryani Wijaya, SE, MM yang diusung Partai Gerindra (7 Kursi), Partai Amanat Nasional (7 Kursi) dan Partai Kebangkitan Bangsa (4 Kursi),  sebagaimana tercantum dalam berita acara model BA.HP-KWK dan berita acara model BA.HP Perbaikan-KWK karena tidak memenuhi syarat  sebagai calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Lampung Selatan tahun 2020.

Ketiga, keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Saat dikonfirmasi, Ketua KPU Lamsel, Ansurasta Razak membenarkan Bapaslon Hipni-Melin dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Salah satu alasannya, yakni Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 tahun 2020 huruf F yang berbunyi :

f. tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali terhadap terpidana yang melakukan tindak pidana kealpaan atau tindak pidana politik dalam pengertian suatu perbuatan yang dinyatakan sebagai tindak pidana dalam hukum positif hanya karena pelakunya mempunyai pandangan politik yang berbeda dengan rezim yang sedang berkuasa;

f1. bagi terpidana yang tidak menjalani pidana di dalam penjara meliputi:

1. terpidana karena kealpaan; atau

2. terpidana karena alasan politik;

wajib secara jujur atau terbuka mengemukakan kepada publik;

“Ya, benar,” Jawab Aan, sapaan akrab Ketua KPU Lamsel, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan Whatsapp, Rabu (23/9/2020).

Aan menambahkan, Bapaslon Hipni-Melin dapat melakukan proses selanjutnya di Bawaslu Lamsel. “Masih bisa berproses di Bawaslu,” Lanjutnya, tanpa menjalaskan proses yang dimaksud. (Red)

      About Post Author

      balam21.com

      Inspiratif dan Berimbang
      Happy
      0 %
      Sad
      0 %
      Excited
      0 %
      Sleepy
      0 %
      Angry
      0 %
      Surprise
      0 %
      FOLLOW With :

      Average Rating

      5 Star
      0%
      4 Star
      0%
      3 Star
      0%
      2 Star
      0%
      1 Star
      0%

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Next Post

      Gubernur Arinal Dorong Pembangunan Kelistrikan Di Provinsi Lampung

      Bagikan ke:          […]
      error: Terimakasih Sudah Berkunjung