Petronas SRT Evaluasi Performa Valentino Rossi di Bulan-Bulan Pertama MotoGP 2021

balam21.com
0 0
Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Read Time:2 Minute, 4 Second

Balam21.com, Direktur Tim Petronas Yamaha SRTJohan Stigefelt, menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi performa sang rider anyar, Valentino Rossi, pada bulan-bulan pertama musim MotoGP 2021. Dalam wawancaranya dengan PecinoGP.com, ia juga mengaku ingin tahu sedini mungkin soal keputusan Rossi mengenai 2022.

Rossi yang pada 16 Februari nanti akan berusia 42 tahun, telah memutuskan untuk balapan di MotoGP setidaknya semusim lagi, namun belum menentukan apakah ia benar-benar akan gantung helm pada 2022. Ia pun akan membela Petronas Yamaha SRT, yakin tim satelit pertama yang ia bela sejak Nastro Azzurro Honda di GP500 2000 lalu.

Stigefelt, yang uniknya merupakan salah satu rival Rossi di era GP500, menyatakan walau Rossi bukan lagi rider muda, pengalamannya akan sangat berharga bagi Petronas Yamaha SRT yang baru saja turun di MotoGP pada 2019 mendatang. Ia pun yakin ini bisa jadi kans bagi timnya untuk menggali banyak pelajaran penting.

Ingin Valentino Rossi Jadi Sumber Inspirasi

“Jika Vale memutuskan untuk melanjutkan kariernya, maka itu karena ia masih ingin balapan dan ia masih termotivasi. Bagi kami, ini akan jadi bab baru dalam kisah kami yang masih sangat muda. Ini akan memberi kami dorongan baru, semangat baru,” ungkap Stigefelt pada Senin (14/12/2020).

Rossi pun takkan butuh waktu lama untuk adaptasi di SRT karena ada banyak kru yang sudah ia kenal sejak lama. Selain itu, ia juga akan bertandem dengan anak didiknya sendiri, Franco Morbidelli, dan memboyong David Munoz sang crew chief, Matteo Flamigni sang teknisi data, dan Idalio Gavira sang pelatih balap.

“Vale dan Franky punya hubungan yang sangat baik, saya pun menilainya sebagai perubahan yang menarik dan pengalaman baru. Kami akan mengombinasikan tim kami dengan kedatangan David, Matteo, dan Idalio. Saya pun berharap semangat dan gairah Vale bisa menjadi sumber inspirasi kami,” lanjut ‘Stiggy’.

Tegaskan Tetap Jadi Tim Junior

“Saya tak bisa menyembunyikan fakta bahwa saya agak gugup bekerja dengan Vale, yang merupakan legenda MotoGP. Tapi diskusi yang kami lakukan demi kedatangannya berjalan sangat baik, saya pun percaya diri,” ungkap Stigefelt.

Pria asal Swedia ini juga menyatakan bahwa pihaknya ingin tahu keputusan Rossi soal 2022 sedini mungkin pada 2021, karena jika ia memutuskan pensiun, maka SRT juga harus cepat-cepat mencari penggantinya. Prioritas utama kandidat pengganti Rossi tentunya berasal dari Moto2.

“Kita akan lihat apa yang akan terjadi pada Vale pada beberapa bulan pertama pada musim depan. Apakah ia mau lanjut atau pensiun pada 2022? Jika ia pensiun, kami akan mengincar debutan. Ambisi kami tetap melatih para rider muda untuk tampil sebaik Fabio bersama kami,” tutupnya. (red)

      About Post Author

      balam21.com

      Inspiratif dan Berimbang
      Happy
      0 %
      Sad
      0 %
      Excited
      0 %
      Sleepy
      0 %
      Angry
      0 %
      Surprise
      0 %
      FOLLOW With :

      Average Rating

      5 Star
      0%
      4 Star
      0%
      3 Star
      0%
      2 Star
      0%
      1 Star
      0%

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Next Post

      Bertemu Perwakilan WhatsApp dan Facebook, Kominfo Tekankan Hal Ini

      Bagikan ke:          […]