Mantan Ketua MK, Hamdan Zoelva: M Yusuf Kohar, Berhak Sebagai Walikota Bandar Lampung Terpilih

balam21.com
1 1
Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Read Time:1 Minute, 31 Second

Balam21.com, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva menjelaskan, keputusan pembatalan pasangan calon kepala daerah (paslonkada) nomor urut 03 Eva Dwiana – Deddy Amrullah oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandarlampung telah berkekuatan hukum tetap.

Karena peraih suara terbanyak pada Pemilihan Walikota Bandarlampung Eva Dwiana dibatalkan dari pencalonannya. Peraih suara terbanyak kedua, M Yusuf Kohar berhak ditetapkan sebagai Walikota Bandarlampung terpilih.

“Kasus pelanggaran TSM adalah kewenangan Bawaslu untuk dapat memutuskan. Jika terbukti ada pelanggaran TSM yang dilakukan oleh salah satu paslon, maka Bawaslu berhak untuk mendiskualifikasi paslon tersebut,”  kata Hamdan Zoelva.

Dengan keputusan KPU dan Bawaslu yang memiliki ketetapan hukum, maka paslonkada nomor Urut 02 Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo Wibowo dinilainya dapat ditetapkan sebagai pemenang karena memperoleh suara terbanyak kedua.

Hamdan juga menilai, sengketa pilkada Bandarlampung sangat sederhana dan tak perlu berlarut. “Keputusan KPU dan Bawaslu sudah jelas dan berkekuatan hukum tetap,” tegas ahli hukum itu.

Meski demikian, kasus pelanggaran TSM yang dilakukan Eva-Deddy pada Pilkada Kota Bandarlampung masih berlanjut karena paslonkada nomor urut 03 itu melakukan upaya banding ke Mahkamah Agung (MA).

Banyak pihak berharap agar putusan hakim di MA ditetapkan dengan adil dan hendaknya didasarkan pada fakta dan bukti-bukti persidangan.

Sebelumnya, Ahmad Handoko, Koordinator Kuasa Hukum Paslon 02 (Yusuf Kohar-Tulus Purnomo) optimis MA akan menolak permohonan Paslon 03.

“Putusan pada sidang Bawaslu untuk mendiskualifikasi paslon 03 sudah tepat dan sesuai undang-undang. Kami yakin MA menolak permohonan dari pemohon dan harapannya MA bisa memutuskan perkara ini secara objektif serta sesuai undang-undang,” harap Handoko.

Kemudian, KPU sebagai lembaga yang berwenang diharapkan bisa menetapkan paslon 02 Yusuf Kohar-Tulus Purnomo sebagai peraih suara terbanyak kedua untuk menjadi pemenang Pilkada.

“Karena Paslon 03 sudah didiskualifikasi dari proses pemilihan maka peraih suara terbanyak kedua yang berhak atas kemenangan Pilkada Kota Bandarlampung,” ujarnya. (red)

      About Post Author

      balam21.com

      Inspiratif dan Berimbang
      Happy
      0 %
      Sad
      0 %
      Excited
      0 %
      Sleepy
      0 %
      Angry
      0 %
      Surprise
      0 %
      FOLLOW With :

      Average Rating

      5 Star
      0%
      4 Star
      0%
      3 Star
      0%
      2 Star
      0%
      1 Star
      0%

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Next Post

      Anggota DPRD Provinsi Lampung Budhi Condrowati, Gelar Sosialisasi Perda Nomor. 3 Tahun 2020, Di Tulang Bawang Barat, Lampung

      Bagikan ke:          […]