KSKP Bakauheni Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ribuan Ekor Burung Berbagai Jenis

balam21.com
0 0
Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Read Time:1 Minute, 30 Second

Balam21.com – Tim gabungan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Balai Karantina Pertanian kelas 1 Bandar Lampung wilker Bakauheni dan BKSDA Provinsi Lampung kembali gagalkan penyelundupan ribuan ekor burung di area pemeriksaan seaport interdiction Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan tadi malam, Jum’at (15/1/2021) sekira pukul 21.30 Wib.

Kapolsek KSKP Bakauheni AKP Ferdiansyah melalui Kanit Reskrim KSKP Bakauheni IPDA Mustholih mengungkapkan, tadi malam kami bersama-sama dengan petugas Balai Karantina Pertanian Wilker Bakauheni dan BKSDA Provinsi Lampung melakukan kegiatan rutin dalam rangka mencegah peredaran satwa liar baik itu dilindungi maupun tidak dilindungi yang tidak sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Jadi tadi malam berhasil kita amankan 1 unit kenadaraan jenis Avanza yang dikemudikan oleh 2 orang dari Pekan Baru menuju Semarang yang didalam kendaraannya bermuatan ribuan satwa jenis burung. Ada 60 box/keranjang burung berbagai jenis dan 4 kardus dengan jumlah total burung yang kita amankan sebanyak 1.722 diantaranya ada jalak kebo, siri-siri, gelatik  ciblek, prenjak, poksai, Cucak ranting, cucak ijo mini, cucak kinoy, kolibri muncang, merebah, dan Pleci”.Ungkap IPDA Mustholih, Sabtu (16/01/21)

Pada saat diamankan, yang membawa ribuan burung tersebut tidak dapat menunjukan dokumen sama sekali  sehingga kita amankan. Terkait jenis burung yang dilindungi sedang kita koordinasikan dengan ahli sedang dilakukan penelitian dan sepertinya indikasiny ada yang dilindungi, tetapi kita belum bisa memastikan tunggu pemeriksaan yang lebih detail lagi.

“Kita akan naikkan ke tingkat penyidikan sesuai dengan barang bukti yang ditemukan apabila memang terpenuhi akan kita lanjutkan ke proses penyidikan”. Imbuh IPDA Mustholih.

Untuk pasal yang dilanggar yakni UU No.5 tahun 1990 tentang BKSDA dan UU No.21 tahun 2019 tentang Karantina hewan, ikan dan tumbuhan. Untuk mengangkut, membawa  satwa yang dilindungi ada di UU No.5 tahun 1990 ancaman hukuman 5 tahun penjara atay denda sebesar Rp.100.000.000,- (*/b21)

      About Post Author

      balam21.com

      Inspiratif dan Berimbang
      Happy
      0 %
      Sad
      0 %
      Excited
      0 %
      Sleepy
      0 %
      Angry
      0 %
      Surprise
      0 %
      FOLLOW With :

      Average Rating

      5 Star
      0%
      4 Star
      0%
      3 Star
      0%
      2 Star
      0%
      1 Star
      0%

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Next Post

      Gubernur Arinal Beri Semangat Petani dan Nelayan Sukseskan Kartu Petani Berjaya, Pada Acara Buka Rembuk Paripurna KTNA Lampung

      Bagikan ke:          […]